• Forum
  • News
  • Custom
  • TP
 V 
Search:  
  • Home
  • Help
  • Search
  • Login
  • Register
Welcome, Guest. Please login or register.
08 September 2010, 07:20:02 AM

Login with username, password and session length
kotawisata.com > Forum Umum Cibubur > General Discussion > JORR 2 Cibubur
0 Members and 2 Guests are viewing this topic. « previous next »
Pages: [1] Go Down Print
Author Topic: JORR 2 Cibubur  (Read 2121 times)
indoroids
Full Member
***
Offline Offline

Posts: 189



JORR 2 Cibubur
« on: 18 December 2008, 07:59:36 AM »

Ada beberapa rekan disini yg kirim email ke saya nanya soal JORR 2 dan bocorannya, jadi daripada saya jawab satu satu, lebih baik saya sharing aja disini biar diketahui semuanya, tidak hanya oleh yg kirim email saja.

Apa yg akan saya tulis disini adalah opini pribadi saya saja sebagai salah satu peminat (invest kecil kecilan) kawasan Cibubur secara keseluruhan, jangan dianggap sebagai informasi yg final, karena kondisi lapangan selalu berubah rubah.

Mengenai JORR 2 Cibubur, berikut ini point point penting yg harus anda jadikan bahan pertimbangan sebelum memutuskan berinvestasi properti di Cibubur.

1)JORR 2 dipastikan memakan korban ratusan perumahan yg terkena jalur tol ini, bukan hanya Raffles, Citragran, Kotawisata saja, tapi juga masih banyak lagi yg lainnya. Itu sudah pasti. Yg belum pasti itu citragran dan kotawisata, masih terjadi tarik ulur kepentingan dan belum ketahuan siapa yg akan menang dan masih jadi spekulasi.

2)Walikota Depok sama sekali tidak berpihak kepada warga Raffles, malah menyuruh mereka merelakan aset nya dengan iming iming ganti rugi. mending ganti untung, ini ganti rugi, jadi kurang dari nilai seharusnya. Pembebasan lahan sudah terjadi di Raffles dan ini final, bukan spekulasi lagi.

3)Kotawisata masuk wilayah Bogor, jadi konotasinya pasti merujuk ke walikota Bogor, tapi tampaknya warga kotawisata motong jalan langsung demo ke gubernur Jawa Barat nya sekalian. Jujur aja, sy termasuk pesimis dalam hal ini. Walikota Depok aja bisa di tundukkan oleh investor tol, gitu aja logika, silahkan sambung sendiri utk wilayah2x lain. Sudah jadi rahasia umum, pengembang tol di indonesia belum pernah kalah sama warga. Pasti selalu menang, atas nama kepentingan orang banyak, kepentingan segelintir warga bisa dikalahkan dan dibenarkan. Namun sy punya sedikit antusiasme terhadap citragran dan kotawisata, keduanya dimiliki taipan yg punya hubungan dekat dgn pejabat pemerintahan. ciputra jangan ditanya, dari jaman soeharto ampe skarang, berjaya terus dan dekat dgn presiden, siapapun yg terpilih. sinar mas juga, punya pabrik di mana mana, menyerap ribuan tenaga kerja buruh, berani macam2x sama sinar mas, pemerintah bisa kerepotan sendiri mengatasi PHK nya nanti, bisa bisa presidennya lengser sebelum waktunya di demo rakyat. mudah2xan leverage points tsb bisa dijadikan bargain power dari masing2x pengembang itu utk nego gimana caranya agar tol tidak melewati kompleks yg dimaksud.

4)Pintu keluar masuk tol Cibubur nantinya ada di daerah Raffles (sudah final) dan samping kotawisata (narogong). Yg terakhir tadi baru sebatas bocoran dan belum resmi di klarifikasi oleh yg berkepentingan, jadi belum final dan masih spekulatif.

Kita tunggu realisasi JORR II ini! Jangan sampai jadi pelesetan jalan ora rampung-rampung jilid kedua!
Logged
schenker
Newbie
*
Offline Offline

Posts: 4


Re: JORR 2 Cibubur
« Reply #1 on: 05 January 2009, 08:47:19 AM »

Ada temen yang kena gusur di raffles hill, dulu dia beli rumah di sana seharga 265 juta (2005), dapat ganti rugi sekitar 450 juta, setara harga rumah setipe sekarang. Akhirnya dia beli rumah di mahogany residence (nyebrang jalan aja)... aku kira kalau dikatakan rugi ya karena jadi ribet aja, secara nominal relatif untung
Logged
indoroids
Full Member
***
Offline Offline

Posts: 189



Re: JORR 2 Cibubur
« Reply #2 on: 18 January 2010, 05:32:27 AM »

Dibandingkan dengan India dan China, pembangunan tol di Indonesia lebih menyedihkan lagi. Dalam lima tahun hingga 2014, Indonesia hanya menargetkan 800 km jalan tol.

Kalau di India, pembangunan jalan tol dari Cawang hingga Cibinong bisa dibangun dalam sehari. Di Indonesia, butuh waktu sangat lama.

Investor jalan tol yang memenangi tender pada akhir 1990-an sering kali tidak mempunyai uang sehingga pembangunan proyek tol menjadi lamban.

Namun, pemerintah takut memutus kontrak jalan tol. Ironisnya, ketika pemerintah mengerjakan sendiri Jalan Tol Solo-Ngawi-Kertosono dengan dana pembebasan lahan dari APBN, proyek itu juga tersendat-sendat.

Alasannya, anggaran dari APBN juga seret
(Kompas, 20 Agustus 2009). Padahal, jika lahan tol itu dibebaskan dengan cepat, sudah ada investor dari Australia yang siap membangun konstruksinya.

Singkat kata, pemerintah memberikan teladan buruk dalam menyelesaikan proyek tol yang dibangunnya sendiri. Akses Tol Tanjung Priok, misalnya, juga lambat dibangun pemerintah.

Padahal, buruknya akses jalan menuju Pelabuhan Tanjung Priok dikeluhkan oleh banyak pihak sejak lama.

Seandainya Nath menjadi Menteri Pekerjaan Umum di Indonesia? Kemungkinan dia pun harus sibuk untuk melobi antarinstansi untuk menuntaskan regulasi pembebasan lahan.

Setelah itu, baru dia bisa road show ke luar negeri untuk menawarkan proyek jalan tol di Indonesia. Di India, para pejabat terbiasa naik mobil kuno Ambassador.

Berbeda dengan di Indonesia, para pejabat publik umumnya menggunakan mobil mewah sehingga tidak bisa merasakan kondisi jalan yang sesungguhnya.

Seandainya Pemerintah Indonesia bisa mengangkat menteri dengan kualifikasi seperti Nath, barangkali Jalan Tol Jakarta-Surabaya bisa dibangun hanya dalam waktu 2,5 bulan.   


Logged
Print 
« previous next »
Jump to:  

Powered by SMF 1.1.7 | SMF © 2006-2008, Simple Machines LLC
Scribbles2 design by Bloc | XHTML | CSS
Page created in 0.051 seconds with 18 queries.
Loading...